Tuesday, April 9, 2013

Kita Disuruh apa sih ?




 Perilaku yang umum terjadi di sekolah kita adalah adanya anak-anak yang tidak memiliki perhatian sama sekali pada segala hal yang disampaikan guru. Entah gurunya yang menurut mereka membosankan atau mereka sendiri yang memiliki kelemahan dalam bidang akademik.Hal ini banyak dialami oleh para guru yang mengajar di sekolah dengan spp jutaan.
Mereka asyik berbincang sendiri dan tertawa seolah-olah kelas dalam keadaan kosong tanpa seorang guru pun yang masuk. Mereka begitu tidak peduli dengan apa yang dikatakan guru. Dan setelah guru selesai berbicara dan mereka mendapat tugas untuk segera dikerjakan mereka akan bertanya dengan lugunya “ini disuruh apa sih?”

Sudah setengah jam guru menerangkan apa yang harus dilakukan dan kemudian pertanyaan itu muncul spontan seolah-olah guru tidak mengatakan apapun tentang tugas tersebut. Jika seluruh kelas bertanya hal yang sama berarti memang gurunya yang tidak jelas dengan apa yang diperintahkannya sendiri namun jika yang menanyakan hal itu satu atau dua orang itu berarti masalah utamanya  ada pada anak tersebut.
Setelah memarahi murid tersebut dan dia mengerti tiba-tiba ada pertanyaan dari murid lain yang tidak kalah serunya yaitu “Kita disuruh apaan sih?”

Itu sering terjadi di kelas dan kebetulan sekali anak-anak tersebut biasanya adalah sang perusak suasana belajar juga. Sebenarnya mungkin hanya 2-4 anak yang memiliki masalah dalam hal memperhatikan pelajaran dengan seksama namun mereka sering juga menjadi penyebab anak-anak yang lain tidak memperhatikan pelajaran . Dan hal inilah yang membuat guru pada akhirnya harus memboroskan waktu untuk memarahi sikap mereka.

Jika guru mengulang lagi segala perkataannya hanya untuk anak tersebut maka yang lainnya akan merasa bahwa guru bisa dicuekin saat mengajar toh nanti bisa ditanya secara pribadi. Guru seharusnya menegur ‘si pelaku’ pada sessi selanjutnya jika tanda-tanda kehilangan konsentrasi itu mulai terlihat lagi. Karena biasanya anak-anak yang berperilaku semacam itu hanya ada beberapa saja.

Jika diamati apa yang terjadi pada saat itu adalah :
1.       Mereka asyik berbicara tentang  segala hal yang menjadi keinginan mereka satu sama lain.
2.       Mereka sibuk bermain dengan sahabatnya.
3.       Mereka sibuk menulis atau menggambar saat guru sedang menerangkan pelajaran.
4.       Mereka sedang terbeban pikiran akan pelajaran lain.
5.       Mereka merasa marah dengan guru yang sedang mengajar sehingga mengalihkan perhatiannya pada teman-teman yang dirasanya lebih membawa perasaan aman.

Guru tetap harus menunjukkan cara belajar yang seharusnya (Have to) dan bukannya memaklumi kelemahan mereka dalam mengabaikan pelajaran. Jika murid seperti ini dibiarkan dan ditanggapi maka dia tidak akan pernah belajar bagaimana menjadi orang yang Attentif.  JADI BELAJARLAH UNTUK MENDENGAR LEBIH BANYAK DARIPADA BICARANYA.

No comments:

Post a Comment